Twitter Updates for 2008-08-18

Written on 08/18/2008 `at` 11:59 AM Written by Ibnoe.

  • just resign #
  • finding new job!! #

Powered by Twitter Tools.

No Tags

Related posts

  • No related posts.

HUT RI ke 63 di Arsenda

Written on 08/18/2008 `at` 11:02 AM Written by zoel.


Meskipun tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya, Arsenda Community tetap mengadakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 63. Tidak ada panggung hiburan, namun beberapa lomba-lomba khas 17an seperti makan krupuk, lomba mewarnai, lomba sepeda lambat, dan lomba air tetap dilangsungkan dengan meriah. Foto-foto kegiatan 17an Arsenda tahun 2008 bisa di lihat di sini.

Merdeka

Ilmu baru, membuat lagu mono menjadi stereo

Written on 08/18/2008 `at` 07:30 AM Written by Meti.

Tanggal 16 Agustus kemaren, yang mana hari sabtu, seperti biasa, ada acara renang (yang cuma di ikuti oleh om dheche, mbak Dany, dan gue sendiri hahahahaha…), dan ternyata di kolam kecil bagian atas ada acara resepsi pernikahan. Tiba-tiba sayup-sayup kedengeran suara lagu yang familiar buat gue… I can show you the world Shining, shimmering, splendid Tell me, princess, [...]

Aerosmith - I Don’t Want To Miss A Thing

Written on 08/18/2008 `at` 06:36 AM Written by Meti.

I could stay awake just to hear you breathing Watch you smile while you are sleeping While youre far away dreaming I could spend my life in this sweet surrender I could stay lost in this moment forever Every moment spent with you is a moment I treasure Dont want to close my eyes I dont want to fall asleep Cause Id miss [...]

Juara I Futsal Liga Media

Written on 08/18/2008 `at` 04:03 AM Written by zoel.


Hari Minggu (17/8) kemarin, aku mengikuti turnamen futsal antar wartawan se-Malang Raya bertajuk SAMPOERNA FUTSAL LIGA MEDIA 2008 yang diselenggarakan di Lapangan Futsal Champions Tidar. Karena mewakili Ongisnade.Net, aku tergabung dengan tim Pos Olahraga. Aku main sebagai starter pada pertandingan pertama saat tim Pos Olahraga menang 6-3 atas tim Pos Kota Batu.

Kemudian pada pertandingan kedua (lawan Pos Pemkot Malang) dan final (lawan tim Pos Rindam), aku main sebagai pemain pengganti. Tiga kali ikut bermain (sekalipun tidak penuh) memberiku banyak pengalaman, bagaimana bermain futsal melawan para senior. Cukup enjoy, meskipun otot kram & capek puol karena sehari bermain tiga kali. Hasilnya, tim Pos Olahraga bisa jadi juara I (mengalahkan Pos Rindam 10-2) sekaligus mendapat prize money :)

Berikut liputannya di harian Jawapos (Radar Malang, Senin, 18/8)

Wartawan Olahraga Jawara

MALANG - Tim Pos Wartawan Olahraga akhirnya mampu menahbiskan diri yang terbaik di ajang Sampoerna Futsal Liga Media 2008 yang berakhir kemarin sore di Champions Futsal, Tidar. Kepastian ini setelah di partai final mengalahkan Pos Rindam dengan skor yang cukup telak 10-2.

Kemenangan Pos Olahraga tersebut sudah terlihat sejak gol cepat yang mampu diceploskan Dendi ke gawang Pos Rindam yang dikawal Aga. Dari kemenangan yang cukup cepat inilah, Pos Olahraga, mampu menguasai jalannya sepanjang pertandingan.

“Kemenangan ini sudah sesuai target kami merebut juara di even ini,”kata Suparijono, pemain Pos Olahraga.

Di even tersebut, ada enam tim yang semuanya adalah pekerja jurnalis. MEreka terdiri dari Pos Olahraga, Pos Pemkab Malang, Pemkot Batu, Pemkot Malang, Pos Rindam, dan Pos Kabupaten.

Ajang Sampoerna Fustsal ini merupakan even tahunan yang digelar Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Malang Raya. Selain futsal, ajang bertajuk Liga Media tersebut juga mempertandingkan bulu tangkis pada 23-24 Agustus mendatang. “Semua peserta harus wartawan. Selain itu tidak kami perbolehkan,” tegas Hendro Mardiko, sekretaris SIWO. (yon/abm)

arrggh susah tidur

Written on 08/16/2008 `at` 12:22 PM Written by idham.

hiks susah tidur , nama2 dan wajah2 lama tiba2 masuk ke pikiranku sesaat aq ngalamin butterfly effect tapi trus kembali lagi ke dunia sadar dan bikin aq jadi gak bisa tidur 5 tahun perjalanan waktu aq alamin dalam 1 malem aja. Pernah ada yang ngalamin kayak gini gak ?

Liga Inggris di Aora TV?

Written on 08/16/2008 `at` 09:20 AM Written by zoel.


Iklan memang penuh janji manis, seperti iklan Aora TV yang menjanjikan tayangan langsung Liga Inggris musim ini (2008/09). Hal ini menyusul kabar Astro TV tidak lagi menayangkan Liga Inggris. Situs web Aora TV (www.aoratv.com), Jumat (15/8) ini mengiklan akan menyiarkan langsung Liga Inggris musim 2008/09. Meski demikian, belum ada kepastian kapan siaran langsung tersebut mulai disiarkan. “Mau nonton LIGA INGGRIS LIVE? Saksikan hanya di AoraTV.com,” demikian bunyi iklan yang terpampang di halaman depan (homepage) situs web tersebut.

Untuk mengecek kebenaran isi situs tersebut, Kompas.com menghubungi nomor telepon customer service cabang Surabaya yang terpampang di halaman depan situs. Petugas yang mengangkat telepon membenarkan bahwa nomor itu merupakan nomor perwakilan Aora TV di Surabaya dan meminta kami menghubungi customer service pusat di Jakarta dengan nomor telepon 080441666888. Petugas di Jakarta pun tidak dapat memastikan kapan siaran tersebut mulai berlangsung.

“Maaf, sampai saat ini kami masih belum bisa menginformasikan kapan (Liga Inggris mulai ditayangkan),” kata petugas tersebut, Jumat (15/8) sore.

Situs resmi Aora TV sebetulnya beralamat di (www.aora.tv) dan hingga hari ini tidak ada secuil pun informasi mengenai tayangan Liga Inggris. Padahal, Liga Inggris akan bergulir mulai Sabtu (16/8) waktu Inggris. PT Direct Vision yang musim lalu menyiarkan liga sepak bola paling panas di dunia itu sudah pasti tidak menayangkan acara tersebut musim depan.

Bagaimana, Aora TV?

(sumber: kompas.com)

Sudanco Supriyadi Masih Hidup?

Written on 08/15/2008 `at` 09:18 AM Written by zoel.


Saat SD, SMP, hingga SMA dulu, kita sering membaca buku sejarah yang menceritakan perjuangan salah satu pejuang kemerdekaan, Sudanco Supriyadi, salah satu tokoh gerakan PETA di Blitar yang berjasa dalam merebut kemerdekaan Indonesia. Jelang Dirgahayu RI ke 63 tahun 2008 ini, ada berita heboh yang memberitakan Supriyadi ternyata masih hidup, tidak gugur atau menghilang seperti yang selama ini diceritakan dalam buku-buku sejarah. Berikut artikelnya yang aku kutip dari harian Surya.

Pengakuan warga Semarang Andaryoko Wisnu Prabu, 88, bahwa dirinya adalah Supriyadi, pahlawan nasional yang dinyatakan hilang usai melawan Jepang pada 1945, menimbulkan pro-kontra. Di tengah polemik itu, misteri Supriyadi selama ini justru telah menjadikannya sebagai mitos. Setidaknya bagi warga Blitar.

“Apakah kira-kira Supriyadi memang punya ilmu, ngelmu?” Pertanyaan iseng itu saya ajukan kepada Ki Utomo Darmadi, adik tiri pahlawan nasional Supriyadi yang bermukim di Jakarta, setahun lalu.

Utomo, anak Raden Darmadi (Bupati Blitar di zaman kemerdekaan), lantas tersenyum. Dia kemudian menyebut nama Pangeran Diponegoro. Katanya, Diponegoro itu tentu punya ngelmu. “Tapi nyatanya dia bisa ditangkap Belanda,” tegas Utomo.

Saya memahami maksud Utomo. Ia mungkin seorang yang percaya urusan magis tapi dalam hal kematian Supriyadi, Utomo yakin kakaknya sudah dibantai tentara Jepang.
Keyakinannya konsisten sampai sekarang.

Utomo, yang kini berusia 78 tahun, punya kisah lain waktu ikut rangkaian pertempuran 10 November 1945. Itu berarti sembilan bulan setelah pemberontakan gagal sudancho (sebutan komandan peleton) Supriyadi di Blitar, 14 Februari 1945.

Sebagai pemuda belasan tahun, Utomo bersama pasukannya terdesak sampai Porong, Sidoarjo. Tapi, ketika pasukan NICA dan Belanda merangsek ke Selatan, kawan-kawannya mendorongnya supaya bertempur di garda depan.

“Kamu di depan, kan adik Supriyadi, bisa menghilang,” cerita Utomo. “Menghilang apanya, wong saya malah ngompol kok,” kenangnya, tertawa.

Tapi cerita Supriyadi bisa menghilang memang sedemikian mengakar. Apalagi di Blitar, tempat para anggota Pembela Tanah Air (PETA) pertama kali membangkang Jepang dengan pimpinan Supriyadi. Cerita soal Supriyadi itu bisa muncul dalam obrolan warga Blitar dari tahun ke tahun. Jadinya mirip dongeng.

Ada banyak versi pula. Mulai dari Supriyadi moksa atau menghilangkan diri di Gunung Kelud atau Gunung Kawi. Ada juga yang percaya Supriyadi masih hidup dan tinggal di kawasan pegunungan Blitar atau Malang Selatan. Justru, kisah detail soal pemberontakan itu malah tenggelam dan memang tidak menarik jadi bahan obrolan ringan.

Namun, bagi warga Blitar dari generasi yang lebih muda, kisah moksa Supriyadi itu malah jadi bahan guyonan. “Supriyadi itu bisa menghilang tapi tak bisa kembali,” kata mereka.

Tapi untuk generasi sepuh, cerita ihwal daya linuwih atau kelebihan Supriyadi tetaplah mempesona. Bahkan, ada yang percaya Supriyadi akan muncul lagi ketika situasi zaman sudah kelewat gawat. Ya, Supriyadi adalah Ratu Adil, mimpi khas mesianistik purba yang terdapat dalam hampir semua bangsa.

Tapi bagaimanapun, Supriyadi adalah tokoh nyata, anak bangsa yang coba melawan penindasan Jepang meski akhirnya gagal. Sebagaimana Sukarno yang juga dari Blitar, jejak-jejak Supriyadi masih bisa diziarahi hingga kini.

Mulai dari asrama pasukannya yang kini jadi gedung sekolah hingga lokasi rumah guru spiritualnya, Mbah Bendo. Ada pula Wisma Darmadi, bekas rumah dinas ayahnya, Raden Darmadi, yang jadi Bupati Blitar selepas proklamasi kemerdekaan RI.

Wisma itu tak jauh dari makam Sukarno. Supriyadi dan Sukarno kebetulan sama-sama punya keterkaitan dengan Blitar dan berperan besar dalam perjuangan kemerdekaan. Perbedaannya, Sukarno bisa berkolaborasi dengan Jepang, sedangkan Supriyadi akhirnya melawan.

Tapi Sukarno dalam biografinya oleh Cindy Adams mengaku tahu rencana Supriyadi memberontak di Blitar, bersama-sama tokoh PETA Blitar lainnya. Mulai dari seperti sudancho dr Ismangil, sudancho Soeparjono, sudancho Moeradi, budancho (komandan kompi) Soedarmo, budancho Halir Mangkoedidjaja dan budancho Soenanto.

“Bagi orang Jepang, pemberontakan PETA merupakan peristiwa yang tidak diduga sama sekali. Akan tetapi bagi Sukarno tidak. `Aku telah mengetahui sebelumnya. Ingatlah bahwa rumahku di Blitar. Orang tuaku di Blitar`,” kata Sukarno seperti tertulis dalam biografinya yang digarap Cindy Adams. (yuli ahmada/surya.co.id)

Nasib Pasar Tugu

Written on 08/15/2008 `at` 02:51 AM Written by zoel.


Rencana pemindahan Pasar Tugu (Sabtu - Minggu) Malang yang oleh temen-temen Arsenda Community lebih dikenal dengan sebutan Pasar Pagi atau Pasar Minggu, dari Simpang Balapan ke kawasan Lapangan Rampal masih menjadi polemik. Mayoritas pedagang Pasar Tugu menginginkan tetap bertahan di Simpang Balapan atau kembali ke tempat “asal”nya, kawasan luar Stadion Gajayana.

Kalau aku sendiri, sebenarnya tidak setuju dengan relokasi Pasar Tugu ke Lapangan Rampal. Selain karena sangat merugikan pedangan (dan juga pelanggan), pemindahan tersebut merupakan bukti ingkarnya Pemkot Malang terhadap janji yang dulu pernah disampaikan.

Sebelumnya Pasar Tugu berada di kawasan luar Stadion Gajayana sebelum dipindah ke Simpang Balapan Jalan Ijen karena pembangunan kompleks Stadion Gajayana dan Mal Oympic Garden (MOG).

Kini, setelah Stadion Gajayana selesai direnovasi dan MOG berdiri dengan megahnya (di kawasan RTH -Ruang Terbuka Hijau-) di jantung kota Malang, pedangan Pasar Tugu tidak mungkin bisa kembali ke area tersebut karena sekitar stadion sudah dipenuhi tempat parkir, lapangan tenis, lapangan sepakbola, lapangan voli, dan lapangan basket (sebagai bagian dari Stadion Gajayana).

Karena tidak mungkin kembali ke Stadion Gajayana, Pasar Tugu diwacanakan (dan segera dilaksanakan) dipindah ke area Lapangan Rampal. Di kawasan komplek militer tersebut, nantinya pedagang dijanjikan berbagai kemudahan, mulai akses jalan, lokasi, hingga pengunjung yang tidak akan sepi.

Secara konsep, mungkin benar. Tapi bagaimana dengan pelaksanaannya nanti? Lebih dari dua ratus pedangan Pasar Tugu telah mulai mendapat pelanggan di daerah Simpang Balapan (salah satu pelanggannya adalah aku, hehehe….). Kalau harus berpindah tempat, tentu harus memulai dari nol lagi untuk mendapatkan pelanggan.

Belum lagi lokasi Lapangan Rampal yang merupakan kompleks militer yang seharusnya tidak boleh dikomersilkan. Simpang Balapan juga relatif lebih “netral” lokasinya dan mudah dijangkau. Kawasan Rampal juga sangat padat lalu lintasnya mengingat jalur tersebut merupakan jalan utama Surabaya - Malang - Blitar.

Perlu lebih bijak lagi memang kepada setiap penguasa kota ini (terlebih walikota dan cawali yang beru saja terpilih, Peni - Priyo) karena keputusan relokasi Pasar Tugu tidak hanya menyangkut kehidupan pedagangnya, tapi juga pengunjung yang telah membuat Pasar Tugu sebagai salah saru ikon wisata kota Malang. (zoel)

Kertas.

Written on 08/14/2008 `at` 10:09 AM Written by Hafiz Rahman.


Sempat terbersit di benakku: bagaimana kalau seusai sidang akhir skripsi selesai aku tak pernah sekalipun lagi datang ke kampus? Lembar ijazah tidak diambil, wisuda tidak mendaftar.

Aku akan baik-baik saja. Tapi entah berapa banyak orang yang akan tersakiti dan kecewa dengan tindakanku itu.

Jadi aku minta maaf, semuanya, karena pikiranku aneh dan sudut pandangku tidak masuk akal. Maaf karena aku tidak senormal yang lain.


 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Next >  Last ›

Ilkomers

  • Arief
  • Bagus
  • CDOC Malang
  • Data
  • Dedi kurus
  • fUn_cH0p@t_w0Rld
  • ginajar
  • Girang Gak Garing
  • Hafiz Rahman
  • Ibnoe
  • idham
  • Komang
  • Mas Haki
  • Meti
  • Naning
  • Opphin
  • pipit
  • Putra
  • rhyrees
  • rudysusanto

Link Penting

  • Brawijaya Official Site

Banner Planet Ilkom

< a href="http://planet.ilkom.org" title="Home" > <img src='http://planet.ilkom.org/theme/blue/images/badge.gif' /> </a>

© Copyright Planet.Ilkom.Org. Powered By Planet CI Created by Ibnoe. Fueled By CodeIgniter.