List streaming tv buat nonton EPL 2008 (Liga Inggris)
Bagi yang ingin liat liga inggris dan gak punya langganan TV berbayar, berikut adalah list streaming buat nonton EPL (English Premier League) 2008. Daripada langganan TV berbayar AORA TV (yang gak jelas juntrungannya), belum klo cuaca jelek pasti ilang gambarnya. Dan yang penting lo semua gak perlu bayar setiap bulan, asal punya koneksi internet di tempat lo. Koneksi yang dibutuhkan memang lumayan agak besar, tapi bagi saya koneksi speedy Telkom sudah mumpuni untuk melihat (dikarenakan bermain malam hari, koneksi agak lancar). Berikut tempat di mana anda semua dapat menikmati tayangan langsung Liga Inggris :
1. myp2p.eu
Dibutuhkan koneksi yang lumayan untuk menyaksikan live streaming di website ini (karena menggunakan layanan p2p. Tapi anda dapat memilih koneksi yang cocok untuk anda, terdapat pilihan di dalamnya saluran yang sesuai dengan speed koneksi anda.
2. justin.tv

Jika anda beruntung ada seseorang yang broadcast siaran EPL di sini (pintar-pintar saja anda mencari). Tetapi kebanyakan ada setidaknya satu yang menyiarkan siaran langsung EPL 2008, walaupun kadang dengan menggunakan kamera yang diarahkan ke layar TV.
Semoga saja informasi ini berguna bagi anda yang ingin menyaksikan siaran langsung EPL 2008, yang sekarang ini hak siarnya jatuh ke tangan AORA TV, untuk informasi tambahan anda juga dapat menyaksikan pertandingan lain selain EPL (Liga Itali, Bundesliga, liga spanyol, liga champions dll)
Mahalnya Harga Gol Sheva
Menarik juga baca artikel tentang kepindahan (transfer) striker asal Ukraina, Andriy “Sheva” Shevchenko, dari Chelsea ke klub “baru”nya, AC Milan. Konon, Sheva adalah pembelian terburuk sepanjang sejarah klub Premiership -bahkan Eropa-, apabila dilihat dari tingginya harga dan minimnya kontribusi (gol) Sheva untuk The Blues selama 2 tahun di Stamford Bridge.
Satu Gol Sheva di Chelsea = Rp 85,5 M
Andriy Shevchenko mungkin telah memecahkan rekor dengan mencetak gol termahal di dunia. Selama di Chelsea, satu gol yang dia lesakkan bernilai Rp 85,5 miliar.Jumlah tersebut didapat dari total uang uang harus dikeluarkan Chelsea untuk membelinya dari AC Milan serta membawar gaji bulanan striker Ukraina itu. Hasil yang didapat kemudian dibagi dengan total gol yang disumbangkan Sheva di Premiership selama dua musim.
Untuk memboyongnya dari AC Milan dua tahun lalu, Chelsea harus menggelontorkan dana sebesar 30,8 juta poundsterling (sekitar Rp 526,8 miliar), sebuah rekor pembelian termahal oleh klub Premiership. Sementara untuk bayaran perminggunya, selama 27 bulan kas The Blues tersedot hingga 14,82 juta poundsterling (Rp 253,5 miliar).
Total dana yang dikeluarkan Roman Abramovich untuk membayar Sheva sejak dia datang hingga akhirnya dipinjamkan ke Milan adalah 45,62 juta poundsterling (Rp 780,3 miliar). Sementara jumlah gol yang disumbangkan mantan Pemain Terbaik Eropa itu di Liga Inggris saja hanya sembilan.
Jadilah masing-masing gol yang dibuat Sheva berharga Rp 85,5 miliar (780,3 miliar : 9 gol).
Jumlah tersebut jelas sangat fantastis, bahkan untuk standar Chelsea yang terkenal jor-joran jika membeli dan menawari gaji pemain. Demikian diberitakan TheSun. (din / roz )
Terkait tingginya harga Sheva dan kegagalan kontribusinya di Chelsea, kubu The Blues membantahnya dengan menyebut diplomatis dengan tidak mengutamakan sisi ekonomis seorang Sheva.
Chelsea Tentang Sheva dan Kaka
Ketua Eksekutif Chelsea Peter Kenyon mengatakan bahwa Andriy Shevchenko bukanlah sebuah kegagalan. Ia juga menanggapi spekulasi tentang akan bergabungnya Kaka suatu hari nanti.Dua tahun lalu Chelsea mengeluarkan uang hingga 30 juta poundsterling untuk membeli Shevchenko dari AC Milan. Itulah pembelian tertinggi yang pernah dilakukan klub London tersebut, mematahkan rekor sebelumnya atas nama Michael Essien.
Tapi segala kehebatan bomber Ukraina itu di Milan tidak muncul di Stamford Bridge. Hanya sembilan gol mampu ia ciptakan selama dua musim bermain di Liga Inggris bersama The Blues. Orang menyebut Shevchenko sebagai perekrutan yang paling buruk dalam sejarah Premiership.
Akan tetapi Kenyon tidak melihatnya demikian. “Saya tidak sedang memberi kuliah tentang akuntansi, tapi Anda pasti memasukkan uang ke dalam sebuah kontrak,” ujarnya.
“Apa yang kami bayar adalah sebuah investasi. Selama periode itu Anda memiliki seorang pemain yang melakukan sebuah pekerjaan dan dalam industri ini Anda melakukan jual-beli pemain.”
“Anda harus melihat hal-hal ini dengan pragmatis. Kadang-kadang ada yang tidak berjalan sesuai keinginan,” tuturnya seperti dikutip dari AFP, Kamis (28/8/2008).
“Ingat, kami mendapatkan Deco seharga delapan juta pounds dan sepertinya itu akan menjadi pembelian musim ini. Anda harus memperhitungkan hal-hal ini dan kami baik-baik saja dengan keadaan ini.”
Sementara itu, menanggapi isu bahwa Shevchenko dilepas ke Milan karena Chelsea akan memperoleh jalan untuk mendapatkan Kaka, Kenyon secara diplomatis menampiknya — untuk saat ini.
“Semua orang memandang Kaka sebagai salah satu pemain terbaik dunia,” katanya. “Yang bisa saya katakan adalah, kami tersanjung dikait-kaitkan dengan pemain ini. Tapi takkan terjadi apa-apa pada bursa transfer dan musim ini.”
sumber: detiksport.com

I Apologize…
Maaf beribu maaf, atas segala apa yang telah kulakukan dan kukatakan yang menyakiti hatimu, melanggar batas kenyamananmu. Maaf atas apa yang telah sengaja kulakukan dan apa yang tak ada kesengajaan sedikit pun di dalam perbuatan dan perkataanku, yang telah menimbulkan percikan di dalam dadamu. Maaf atas apa yang telah kulakukan, atau apa yang tidak pernah kulakukan, [...]
Mbak wida pindahan ke Kediri
Kediri lumayan sepi, suasane menurutku masih dinginan malang, modele kayak lawang tapi jalanannya kayak malang. tapi yo sek dinginan lawang lah……… yang anter ya aku sekeluarga lawang…. sekiaaaaaaaaaaan

White, Young Guns Baru Leeds
Kemenangan 4-0 Leeds United atas Crystal Palace di babak kedua Carling Cup (Piala Liga Inggris) meninggalkan beberapa catatan. Ini adalah kemenangan pertama Leeds atas tim dari divisi di atasnya (Championship) sejak Leeds terdegradasi ke League One musim lalu.
Kemenangan 4-0 Leeds juga terasa sebagai sebuah kejutan karena empat hari sebelumnya, Leeds tertahan 1-1 oleh tuan rumah Yeovil Town pada pertandingan lanjutan League One. Pada dua pertandingan sebelumnya, Leeds menang 2-1 atas Scunthorpe United dan kalah 0-2 dari Oldham Athletic.
Pertandingan di Piala Liga kemarin juga mencatat nama satu lagi pemain muda debutan dari akademi sepakbola Leeds yang masuk tim senior, yaitu bek kiri berusia 16 tahun, Aidan White.
White menambah panjang daftar pemain muda Leeds yang masuk tim senior, menyusul pendahulunya yang sebagian besar telah pndah ke klub lain, seperti Harry Kewell, Jonathan Woodgate, Alan Smith, Paul Robinson, James Milner, Simon Walton, hingga Jonathan Howson.
Nama terakhir, Jonathan Howson, adalah salah satu pemain muda yang musim lalu bersinar sebagai gelandang serang Leeds. Pemain berusia 18 tahun tersebut disebut-sebut sebagai new Harry Kewell.
Meskipun bermain di level League One, Leeds United tetap mempertahankan identitasnya sebagai salah satu klub tradisional di Inggris Raya yang terus memproduksi dan mengorbitkan pemain-pemain muda ‘produk sendiri’, seperti julukannya di era keemasan awal 2000an, Mighty White Young Guns.
Marching On Together!!

Berikut artikel tentang Aidan White di leedsunited.com
TEENAGE KICKS
A proud night for homegrown youngster Aidan…
The latest talent to roll off the Leeds United Academy production line was proud to make his debut against Crysyal Palace on Tuesday night.
Aidan White became the fifth16-year-old since 2002 to pull on the famous white shirt, following in the footsteps of James Milner, Aaron Lennon, Simon Walton, and Tom Elliott when he lined up at left-back for the Carling Cup clash against Palace.
“I felt really proud,” he told LUTV.
“It was a dream come true. I’ve supported Leeds all of my life. I found out I was playing at training on Monday and I was shocked.
“I didn’t see it coming - it came straight out of the blue.”
Manager Gary McAllister said he was delighted with Aidan’s debut - and insisted his call-up was more than deserved.
“To people who’ve seen him play it was no surprise,” said the boss.
“He caught the eye a long time ago. We’ve tried to fast track him in the reserves. I didn’t think it would be a case where he would be playing first team football. We thought a season in the reserves rather than the youth team would be perfect.
“But if you’re good enough. No problem. We’d seen enough to throw him in and I knew he would be okay. He did more than that. It was an outstanding debut for a 16-year-old. He played against some pacey midfielders, some wingers who have represented their country and did very well.
“Palace were in the Play-Offs not long ago, but the lad showed he has plenty in his locker. He has fantastic pace, but he’s brave as well.
“I’m not going to put pressure on him by saying he’s going to do this or that because I don’t think that’s right, but we were more than pleased and I hope he enjoyed his night.”
sumber foto: leedsunited.com

Harga sebuah shifter dan pengalaman….
Kemarin malam, tanggal 27 Agustus 2008 sekitar jam 20.00, shifter perseneling cangcorang (motor gue) patah… Ya maklumlah… bukan orisinil sih… Tepat pada saat perseneling masuk 3, jadilah gue mendorong motor mundur sampe ke UPPTI… Dan hari ini tanggal 28 Agustus siang, gue memutuskan untuk mencari shifter original honda dengan mengontel (baca: mengayuh) sierra… Ada ahass di [...]
Iklan Politik yang Bias Kota
“Andaikan Rizal Mallarangeng bergeser ke tengah sedikit, tidak terlalu ke kanan,” kata seorang kawan, “saya akan memilih dia sebagai presiden.” Kawan saya tadi, sambil terus mengulang-ulang tagline, generasi baru-harapan baru, mengaku terpikat setelah melihat iklan Rizal Mallarangeng ditayangkan televisi. Kolega saya ini bisa jadi terkena apa yang disebut dengan efek Siulan Pak Tua Beruban.
Siulan Pak Tua Beruban ini sering dipakai sebagai tes untuk mengetahui apakah sebuah iklan atau lagu akan tertanam di kepala publik atau tidak. Intinya, seseorang yang sudah tua dan rambutnya memutih diperdengarkan sebuah iklan atau lagu baru, setelah itu pak tua tadi dipersilahkan pulang. Dalam perjalanan pulang, dia akan awasi dan jika dia mengucapkan tagline iklan itu atau bersiul menirukan lagu baru yang didengar tadi, maka besar kemungkinan iklan atau lagu itu akan diperhatikan publik. Itulah yang terjadi dengan iklan Rizal Mallarangeng, setidak-tidaknya kawan saya tadi bisa jadi contoh kasus.
Saya sendiri tidak melihat ada sesuatu yang ditawarkan dalam iklan Rizal Mallarangeng. Tapi mungkin seperti itulah seharusnya iklan dibuat: jangan buat janji nyata tapi buatlah impian. Nah, dari sudut ini Rizal Mallarangeng, tepatnya iklan politiknya, bisa disebut berhasil menarik perhatian publik. Bahkan, kawan saya tadi, terpesona dengan suara berat dan tampangnya yang gagah. “Sebagai pribadi, Rizal mempesona,” begitu katanya.
Iklan politik Soetrisno Bachir juga begitu. Seri pertama iklan ketua umum PAN itu berhasil mencuri perhatian publik dengan tagline: hidup adalah perbuatan. Iklan yang terus diulang-ulang akan terekam kuat di kepala penonton, meskipun seri kelanjutan iklan ketua umum PAN itu mencoba menghindari tagline: hidup adalah perbuatan. Tampaknya mereka lupa kekuatan iklan ada pada pengulangan. Bahkan, ketika orang sudah mulai muak dengan iklan itu, karena kelewat sering ditayangkan, iklan itu justru tertanam makin dalam di kepala orang. Lagu yang paling ingin dilupakan adalah lagu yang paling tidak ingin diingat. Itu pula yang terjadi dalam iklan.
Di luar iklan Rizal Mallarangeng dan Soetrisno Bachir, saya sulit untuk menemukan iklan politik yang bertenaga dan bisa tertanam dalam di kepala banyak orang. Ada iklan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Partai Demokrat yang sempat muncul beberapa kali di televisi. Tapi entah kenapa hanya ditayangkan beberapa kali lalu menghilang. Akan halnya iklan Partai Gerindra yang secara teknis digarap dengan lumayan bagus, membawa pesan terlalu berat dan tidak memiliki semboyan, setidak-tidaknya semboyannya terlalu sulit untuk diingat.
Pertanyaannya saat ini adalah apakah iklan politik yang ditayangkan di televisi itu mampu menjangkau seluruh penonton televisi di banyak tempat? Rizal Mallarangeng dan Sutrisno Bachir tampaknya percaya betul bahwa televisi memiliki kekuatan mahabesar untuk mengirim pesan ke banyak orang dalam waktu singkat di banyak tempat. Tidak ada yang salah dari keyakinan itu, hanya mereka lupa bahwa iklan yang dia buat, sekalipun menampilkan tokoh orang kebanyakan, masih bias perkotaan yang bisa dicerna hanya oleh orang seperti kawan saya tadi. Penggunaan bahasa Inggris adalah salah satu di antara yang bias kota besar itu.
Karena itu saya percaya iklan politik Rizal Mallarangeng dan Soetrisno Bachir hanya mampu membuat keduanya popular di perkotaan, jika tidak ingin mengatakan hanya di Jakarta. Jadi kalau ingin jadi presiden, mereka yang menggunakan media televisi untuk berkampanye harus pandai-pandai membuat pesan iklan yang mendesa dan, ini tak kalah pentingnya, jangan lupa mengirim pesan mengenai gagasan tentang Indonesia yang diinginkan. Sepanjang yang saya lihat belum ada iklan politik di televisi yang secara tegas menyebutkan gagasan yang akan dikerjakan jika terpilih menjadi presiden.
Rahman Andi Mangussara
Kepala Produksi Berita Liputan 6
sumber: liputan6.com

Sambal Tulisan dalam Sepiring Blog: Ikutan Yuk…
Mengenal Tumbleblog
Tumbleblog? Apaan siy? Menurut Profesor Wiki, A tumblelog is a variation of a blog, that favors short-form, mixed-media posts over the longer editorial posts frequently associated with blogging. Common post formats found on tumblelogs include links, photos, quotes, dialogues, and video. Unlike blogs, this format is frequently used to share the author’s creations, discoveries, or experiences without [...]
Sidik.
Dari televisi aku melihat ada sebuah jasa penguak potensi diri manusia lewat sidik jari. Biayanya 1,5 juta. Nanti 10 jarimu di-scan, dan hasilnya akan keluar 5 hari kemudian.
Ayo di-reverse engineer sebentar.
Gambar sidik jarinya di-scan, berarti data ada di dalam komputer, ya? Lalu kenapa butuh waktu 5 hari untuk mendapat hasil? Kelihatannya algoritma yang dipakai benar-benar kompleks dan prosesor intensif. Atau mereka sekedar manual, pakai jasa orang yang bisa “membaca” sidik jari.
Kelihatannya lebih masuk akal yang terakhir. Bukannya tidak percaya, tapi kalau berurusan dengan apa dan bagaimana manusia, komputer hari ini masih belum sanggup bicara banyak. Wong memprediksi bagaimana protein dalam tubuh manusia itu terbentuk masih gelagapan, kok.
Jadi sepertinya semua urusan scan dan data di dalam komputer itu cuma sekedar akal-akalan supaya mereka kelihatan hi-tech dan bisa sok pasang harga tinggi. Absurd.
Terus, apa iya dari sidik jari bisa dibaca potensi seseorang? Katanya sih karena sidik jari itu selalu unik. Tapi pola pembuluh darah di belakang retina mata seseorang juga unik. Iris mata juga. DNA juga. Kenapa harus sidik jari?
Ini ada yang sedikit lucu.
Though fingerprints cannot be identical, they can, in fact be very similar. Two identical twins, for example will have fingerprints that to the naked eye might appear identical. In fact some fingerprint characteristics may be a result of genetics. Thus it may be possible to preliminarily identify familial ties by examining the fingerprints of close family members. (Sumber)
Kalau kemungkinan besar proses penguakan sidik jari ini dilakukan secara manual, sepertinya akurasinya tidak akan bisa terlalu mendetail. Kalau kasusnya seperti di atas, bagaimana? Kembar identik kadang-kadang punya sidik jari yang identik kalau dilihat dengan mata telanjang.
Jadi anak kembar identik akan punya bakat yang sama, menurut jasa penguak potensi diri ini. Banyak contoh yang mengatakan iya, banyak contoh yang mengatakan tidak. Maka akurasinya patut dipertanyakan.
Lagipula, kok kelihatannya jasa ini jadi sekedar pelarian ibu-ibu kota yang sibuk untuk mencari tahu bakat anak-anaknya tanpa mau meluangkan waktu untuk benar-benar mengamati dan berinteraksi dengan anak-anak mereka, lho.
Tidak perlu ah sampai pergi jauh-jauh dan membayar mahal untuk sekedar mencari tahu potensi anak-anak. Just observe and listen to your child. They’ll let you know what they’re great at.







