Nonton AAC sampe ninggalin nasi goreng
Film ini saking bagusnya apa saking hebohnya? sampe nonton aja nunggu seminggu. Soale rame banget, masak beli tiket jam 12 siang dapete jam 5.30 sore, wew. nunggu 5 jam lebih tuh, sampe ninggalin nasi goreng. Gara gara waktu udah mepet jam 17.30 jadi nasi goreng yang masih di wajan di tinggal, kayak orang gak butuh makan aja, hehehehe. Gara-gara frida kebanyakan omong. ![]()

Linux Compatible…? Ga salah?
Maksutnya judul diatas? ga ada… cuma ga tau aja judul apa yang mo gue tulis… hahahahah…. Beberapa waktu ini mikir, kepingin punya laptop sendiri (udah ada sih dari kantor, sang R30 yang perkasa*). Ditambah lagi ngeliat temen-temen banyak yang udah punya sendiri… Apalagi kemaren mas Bisma sempet pamer laptop istrinya yang baru aja beli. Yang keinget [...]
Sehari di Bungurasih
Karena merasa jenuh di kos-kosan kakak saya yang terletak di belakang Ramayana (bungurasih) tidak ada salahnya jika saya jalan-jalan di sekitar Ramayana. Masuk Ramayana melihat barang-barang mungkin sedikit menghibur saya. Ternyata malah tambah makin sumpek liat barang-barang tapi gak bisa beli. Akhirnya saya memutuskan untuk berjalan-jalan ke terminal yang letaknya tidak jauh, hanya beberapa ratus meter dari Ramayana. Yah karena mungkin pagi hari, banyak orang berlalu lalang untuk memulai aktivitas kerjanya. Kesibukan seperti ini mungkin sudah menjadi pemandangan sehari=hari terminal ini. Menyusuri lorong-lorong terminal menjadi menarik buat saya, karena biasanya saya tidak pernah berlama-lama di terminal ini, kalaupun lama itu di ruang tunggu untuk menanti bus tujuan.
Saya berhenti sejenak untuk mengamati orang berlalu lalang sambil menikmati seteguk botol air mineral yang saya beli di stan toko terminal. Pandangan saya berhenti sejenak menyaksikan seorang ibu dengan anak yang masih kecil sedang meminta-minta. Juluran tangan kecil dari satu orang ke orang lain tak lelahnya anak itu lakukan. Tetapi dari beberapa orang, saya melihat hanya 1-2 orang saja yang peduli untuk memberikan sedikit rejekinya. Seakan mereka tidak peduli dengan juluran tangan mungil anak itu. Yah iseng-iseng saya menghampiri seorang bapak yang tadi tampak acuh saja ketika dimintai sedikit rejekinya. Untuk memulai pembicaraan saya bertanya “jam brapa pak yaa?”, jam 11 dik katanya sambil menghisap kembali rokoknya. Saya melanjutkan pembicaraan dengan nada memancing “mau kemana pak?”, oh tidak saya menunggu keluarga saya datang dari Jombang, saya mau jemput. Kerja Pak di Surabaya lanjut saya. Iya saya kerja di sini sudah 2 tahun ini. Disini banyak pengemis ya pak (sambil agak melihat ke ibu dan anak tadi)? oh iya dik gak disini aja dimana-mana ada, makanya saya sering malas ngasih-ngasih lha wong dikasih satu yang lain dateng blum ngamen. Ya maklum saja pak namanya juga orang nyari rejeki ada ada saja emang. Ya klo mo cari rejeki jangan ngemis dan ngamen kan banyak pekerjaan lain. Sambil agak tersenyum saya mengangguk tanda setuju dengan bapak itu. Tak lama berselang hp bapak itu berbunyi dan tampak dari pembicaraannya kliatannya sudah di tunggu di suatu tempat. Ternyata benar bapak itu lalu permisi untuk pergi dengan saya. Setelah bapak itu pergi saya kembali berjalan dan di suatu pojok tempat saya bertemu dengan ibu dan anak tadi sedang duduk dan meminta-minta. Saya lalu menghampiri dan memberi sedikit uang kepada anak dan ibu itu, sehabis itu saya bertanya sedikit dengan ibu itu. Maaf bu anaknya gak sekolah? Aduh le sekolah duite gak ono (aduh nak sekolah duitnya gak ada). iso mangan ae syukur (bisa makan aja syukur). Dalam hati saya berpikir jika ada 100 lagi orang tua kayak gini mungkin negeri ini tidak punya generasi yang berpendidikan kedepan. Ibu itu lalu berbicara sendiri dan terdengar samar-samar oleh saya, dan tiba-tiba ibu itu marah dengan saya dan berbicara agak keras. Sekolah iku gak penting le seng penting iso mangan cukup (sekolah itu tidak penting yang penting bisa makan cukup). Ibu itu pergi dan berlalu begitu saja.
Yah apakah hanya segitu mental bangsa ini dimana tingkat kepedulian yang masih rendah dan tidak ada keinginan untuk maju menuju masa depan yang lebih baik. Tingkat pendidikan yang rendah, kemungkinan yang menyebabkan bangsa ini kian terpuruk, dan rasa kecewa yang berlebih membuat bangsa ini seolah tidak peduli dengan keadaan sekitar. Hah……..knapa dengan bangsa ini……………..

Tulungagung - Ngunut
Hari ini ada pertemuan keluarga besar tongan di ngunut. Tapi aku gak dateng, karena sibuk (tidur). hehehe habis begadang.

Pending Update pySNMPGrapher
Setelah post kemaren mengenai pySNMPGrapher, akhirnya kk Azhar merilis versi terbaru pySNMPGrapher dengan memperbaiki beberapa “bug” yang gue request termasuk beberapa annoying bug. Tapi pas udah mau di post, ternyata kk Azhar menemukan hipotesis baru mengenai salah satu bug yang tetep masih annoying yang akhirnya berbuntut pada dipendingnya rilis terbaru pySNMPGrapher sampai dirilis kembali oleh [...]
Speedy oh Speedy
Speedy-ku Kambuh Lagi
Baru dua hari connect, Speedy kambuh lagi penyakitnya, disconnect. Kalau dua hari lalu karena ada masalah nasional yaitu rusaknya kabel di Palembang, sekarang karena “gejala alam”, petir. Ya, ketika sedang online sekitar jam 16.30 sore kemarin (2/3/08), cuaca di luar hamur memang hujan gerimis disertai petir menggelegar, ketika sebuah petir yang didahului kilatan dengan kerasnya menyambar, tiba2 listrik padam dan speedy juga ikut2an padam… ketika jam 19.00 listrik sudah kembali menyala, tidak demikian halnya dengan speedy, masih aja sekarat…
Komunikasi online via YM jadi terputus, gak bisa update website, blog, dan forum… rugi lah pokoknya…. Gimana nih Speedy? Kok bolak-balik gak beres gini?
Dua Minggu Tidak Online
Akhirnya permasalahan koneksi Speedy di rumah bisa (semoga) teratasi. Selasa (4/3) kemarin beberapa orang dari Telkom mengecek kabel di sekitar rumah dan melihat kondisi modem & router-nya. Ternyata yang bermasalah adalah hal yang terakhir tersebut. Jadilah sekarang modem & router-ku “sekolah” dulu di Telkom Pusat Malang selama seminggu (bisa lebih)… Kecewa karena akan tidak bisa online selama lebih dari seminggu, aku mencoba meminta ganti rugi atau semacam peminjaman modem, eh ditolak. Sebenernya kalau cuma seminggu sih kadit halasam, tapi pasti ini bakal lebih dari seminggu. Padahal aku ambil paket 1Gb seharga 200 ribu perbulan (220 ribu tambah pajak). Gimana nih Telkom? Pelanggan Kecewa.

Syafakallah…
udah 3 hari ini aku dirawat inap di RSI malang, kata dokter awal masuk kena tifus dan dbd, tapi setelah periksa lab ternyata DBD akut. Sejak hari sabtu tggl 1 maret, tepatnya setelah selesai tes TPA (Tes Potensi Akademik) di Pascasarjana unibraw. sebenernya udah terasa gak enak badan mulai hari kamis, tetapi karena mau nyelesein [...]
Batasan dalam Tulisan
Newyorker.com merilis artikel membahas tentang “Not Quite What I Was Planning,” sebuah kompilasi memoirs yang masing-masing dituliskan dalam enam kata. Yang menarik adalah bahwa artikel itu sendiri pun ditulis dalam 6 kata pada tiap kalimatnya.
Keren, ya? Saya suka sekali dengan pola penulisan dengan batasan-batasan seperti itu. Haiku seperti itu. Pantun juga. Kalau menulis SMS pun kita dibatasi oleh jumlah karakter, sehingga kadang harus memutar otak dan membuat gaya penulisan yang baru.
Saya pernah juga bereksperimen seperti itu di blog ini.
Pada tanggal 7 bulan 7 tahun 2007, saya merilis posting “Kisah Sederet Angka Yang Seolah Menampilkan Makna“. Ya, posting yang judulnya terdiri dari 7 kata.
Berisi total 7 paragraf.
Dengan tiap paragraf diisi oleh 7 kalimat.
Dan 7 kata untuk tiap-tiap kalimatnya.
(Baca dan periksa sendiri ya, kalau tidak percaya.)

Hantu Ambulance apa?
Hantu Ambulance apa Ambulance Hantu? wah ini film paling buruk endinge yang pernah aku liat, gara gara AAC penuh ya liat film ini aja dulu. Temenku sing suka, tapi aku ngikut aja. Kayak e suerem deh. Eh ternyata aneh, ini film komedi apa hantu?

Forum Mahasiswa Ilkom
Ada yang baru dari temen-temen (dan alumnus) Ilkom 02 yaitu forum Ilkomers, sebuah forum bagi Mahasiswa Ilmu Komputer Universitas Brawijaya, bisa dilihat di ilkomers.brawijaya.ac.id, yang jadi admin forum ini adalah beberapa mahasiswa Ilkom angkatan 2002 yang belum lulus (Wiwit, Hendi, Alfa) dengan homebase di Mabes Ilkom. Selain itu forum ini juga di admin-i oleh beberapa alumnus Ilkom seperti Farid (Pocil), Fredi (Kampret), Rizky (Ciko), dan Setiana (Om Set). Hehehe… lucu juga ya kolaborasi mahasiswa dan eks mahasiswa ilkom ini… aneh, mbanyol, unik, menarik, dan kreatif.
Sebelumnya sudah ada beberapa forum, milis, bahkan blog untuk mahasiswa Ilmu Komputer Universitas Brawijaya. Dulu sempat lama eksis dengan forum di ilkom.dtlmlg.com, kemudian sebuah blog komunitas di ilkom.org, dan yang terbaru adalah forum ini.
Topik yang dibahas di forum ini juga beragam, dengan ciri khas masing-masing admin-nya, mulai topik yang serius (emang ada ya? hehehe…) sampai topik guyonan gak jelas ^o^
NB: Semangat untuk arek2 Admin di Mabes… ![]()


